Catatan Kecil (calon) Pendidik
Jika kau putuskan dirimu untuk menjadi pendidik, guru, maka artinya kau sudah siap menanggalkan pencitraan diri. Maka artinya pula kau siap untuk mengabdi, seberapapun lingkungan, bahkan negara ini menghargaimu. Menjadi guru yang sebenarnya harus bukan hasil pelarian, bukan keterpaksaan. Menjadi guru adalah cita- cita mulia yang kau sematkan dalam- dalam di dadamu. Jangan bayangkan tinggi- tinggi untuk mencapai sertifikasi, tunjangan gaji, dan apalah itu namanya. Tunjukkan baktimu dulu, maka Tuhan akan menghargaimu. Bahkan membayarmu secara tunai sebelum kau menyadarinya. Bahwa bayaranNya tak melulu dalam bentuk materi. Bisa saja kau diberi sehat... Umur panjang... Relasi... Ilmu bermanfaat yang kau wariskan pada anak- anak didikmu... dan lain sebagainya. Namun yang paling penting dari itu semua, adalah keberkahanNya. Jika Tuhan sudah memberkahi, maka bahagialah di dalam hatimu. Tak peduli berapa gajimu sebagai guru tidak tetap, guru les, guru bimbel, dan lain sebagainya...